Nanti kita nikah ya
Luar angkasa begitu luas, bertabur bintang-bintang rupawan.
Namun, ada satu bintang yang menawan.
Bukan Proxima Centauri,
Bukan juga Betelguese yang berdenyut menunggu mati.
Bintang ini tak pernah terpetakan.
Rasi bintangnya belum pernah ditemukan.
Ratusan tahun cahaya jaraknya.
Anehnya aku tertarik oleh gravitasinya.
Kalimatnya sederhana, terdengar seperti janji,
Hingga saat memasuki dead zone, bintang itu memilih meledakkan diri.
Meninggalkan cahaya terakhir, sebagai penutup yang paling sunyi.
Sekarang menyisakan gema yang berputar di hati.
Waktu tetap bergerak.
Semesta terus berputar.
Hidup terus berjalan.
Satu bintang mati, miliaran lainnya terlahir kembali.
Bukan untuk mencari.
Melainkan memastikan bahwa langit tetap indah
Meski ada satu cahaya yang tak lagi menjadi arah.
Dan akhirnya aku mengerti,
Tidak semua bintang diciptakan untuk kehidupan.
Ada yang membakar planet dan seisinya.
Ada juga yang hanya singgah di malam seseorang.
Mengajari cara mengagumi cahaya,
lalu menghilang sebelum sempat pulang.
Sedangkan aku,
Akan tetap melangkah.
Membawa langitku sendiri,
Hingga suatu hari,
Menemukan bintang yang tak sekadar berjanji,
Melainkan menetap diruangan ini.
"Nanti kita nikah ya"Kamu yang nikah..Aku yang melanjutkan hidup..

Gabung dalam percakapan